LIFE IS SUCH AN ECONOMICS

Setidaknya, itu menurut saya.

Saya memang bukan seorang ahli ekonomi. Akan tetapi, dalam tulisan saya kali ini saya akan membahas bagaimana ekonomi merubah pemikiran saya selama ini.

Tiap kali saya (atau mungkin juga kalian) mendengar kata ‘ekonomi’ satu hal pasti yang terlintas dalam pikiran kalian: uang. Uang identik dengan perdagangan dan saya yakin, semuanya tahu hal itu. Dalam keseharian kita, banyak kegiatan perdagangan yang terjadi. Contoh kecil adalah ketika membeli Pocari Sweat di mbak penjual kantin. Si mbak menyediakan minuman tersebut dan kita memberikan uang sejumlah harga minuman tersebut. Dalam ekonomi, kegiatan tersebut dinamakan barter.

But, in the otherside, arti ekonomi gak hanya itu. Economic means everything in our life. Dalam kehidupan keluarga kita, terkadang kita mengharapkan kehadiran seorang ayah ataupun ibu secara utuh. That’s mean we need each other to lived—dalam artian kita adalah makhluk sosial yang bergantung pada orang lain.

Pernah ngerasain pengen banget beli iPad padahal punya GalaxyTab? Nah, itu juga yang dirasakan sama saya dan rata-rata manusia lainnya. Dalam ekonomi, ini adalah salah satu sifat manusia yaitu gak pernah bisa puas. Atau gini, dalam memilih kendaraan dari tempat les ke rumah yang sebenarnya jaraknya gak terlalu jauh dari rumah. Kalian malah milih naik ojek ketimbang jalan kaki karena alasan ‘capek’. Atau mungkin malah milih dijemput orang tua karena alasan ‘safety’?

Nah, yang kayak gitulah ekonomi. Secara gak sadar kita udah nerapin/ngelakuin kegiatan-kegiatan ekonomi dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita bisa nimbang yang mana menguntungkan bagi kita dan mana yang merugikan.

Don’t blame economic like a big sin that always doing wrong. Economic never do that; it’s human doing wrong with economic. Saya bukannya bermaksud ‘menggurui’ kok. Hanya ingin memberikan pandangan saya yang sempit ini.

posted 1 week ago
SPONGEBOB SQUAREPANTS. A show that’s never fucked logic so hard.

lolsofunny:

posted 1 week ago
H-4…

Saya mulai membersihkan lemari pakaian saya yang sudah mulai acakadut gak karuan. Mengapa saya malah mulai membersihkan kamar sedangkan seharusnya saya belajar?

Alasan pastinya sih, karena saya mau ujian. Loh? Kok? Pengennya saya membangun suasana belajar yang nyaman sebelum ujian. Kalau kamar nyaman, belajar juga jadi enak kan? =]

Beberapa hari ini ada satu hal yang saya sesalkan, yaitu: saya lagi gak bisa jauh-jauh dari handphone saya. Sempat terpikir untuk menonaktifkan hp saya untuk sementara waktu…tapi gimana dong? Hp saya kayak ngeluarin mantra-mantra yang cukup berhasil membuat saya gak bisa belajar untuk beberapa jam! Membahas itu, saya jadi pengen belajar baik-baik deh. Kamar (lebih tepatnya lemari) sudah bersih, dan untuk hp…saya gak bisa jamin :P

posted 4 weeks ago
Question: Why is Hazel called Hazel?
John Green: Because it's an in between color and she has an in between life. In between health and sickness, in between adolescence and adulthood, in between swimming and drowning, etcetera.
posted 1 month ago
H-5…

…Ini sudah hari kelima sebelum UAN SMP. Tak ada yang bisa saya lakukan; kecuali berdoa.

posted 1 month ago